2 Agu 2025

Tugas 1 Sejarah

hola, firรฆs!
how's ur day?
i hope ur day is great แกฃ๐ญฉ.แŸ
thanks for taking the time to read ๐น๐’พ๐“‡๐’ถ's blog

Fakta Menarik Gedung Induk

Senin, 28 Juli 2025, menjadi awal perjumpaan saya dengan mata pelajaran sejarah di kelas X-11. Guru sejarah kami, Bu Nisa, membuka pelajaran dengan cara yang tidak biasa bukan langsung menyampaikan materi, melainkan memberi kami latihan soal sebagai pemanasan dan pengenalan terhadap sejarah.

Latihan tersebut terdiri dari dua sesi, masing-masing berisi sepuluh soal. Sesi pertama menanyakan informasi pribadi, seperti nama, asal sekolah, dan harapan selama belajar sejarah. Sesi kedua lebih menantang, kami diminta menjawab pertanyaan seputar sejarah SMAN 2 Kediri, sejarah Kediri, bahkan sejarah Indonesia. Waktu yang diberikan hanya lima menit per sesi, cukup untuk membuat kami berpikir cepat dan reflektif.

Tepat pukul 08.30 hingga 08.45, Bu Nisa memberi kami tugas eksplorasi untuk mencari satu hal paling menarik di lingkungan SMAN 2 Kediri dan menggali informasinya. Saya langsung tertarik pada Gedung Induk (GI), bangunan ikonik yang menjadi pusat aktivitas sekolah. Saya memotret GI dari sudut yang menurut saya paling menggambarkan keanggunannya.

Tak lama kemudian, saya bertemu dengan Earlene dan Asa. Kami sepakat untuk pergi ke ruang BK dan bertanya langsung kepada guru BK, karena saya yakin mereka memiliki informasi mendalam tentang sejarah gedung tersebut.

Kami mengetuk pintu ruang BK dan mengucapkan salam. Di dalam, Bu Harmini sedang duduk di bangkunya. Saya menjelaskan maksud kedatangan kami sambil berdiri, meskipun Bu Harmini telah mempersilakan kami duduk. Sikap saya yang terburu-buru membuat suasana menjadi canggung. Kami pun diberi nasihat tentang etika dan sopan santun, yang membuat kami terdiam dan merasa bersalah. Namun, momen itu justru menjadi pelajaran berharga yang melekat di hati saya.

Setelah suasana mencair, saya bertanya tentang fakta menarik seputar Gedung Induk. Bu Harmini menjelaskan bahwa GI telah berdiri sejak tahun 1959. Salah satu bukti autentiknya adalah lantai kayu di lantai dua dan tiga yang masih asli. Ia juga menambahkan bahwa hampir seluruh kegiatan sekolah berpusat di gedung tersebut.

Earlene kemudian bertanya tentang plakat di GOR dan alasan renovasi yang dilakukan baru-baru ini. “Intinya adalah perubahan,” jawab Bu Harmini. Renovasi dilakukan demi kenyamanan dan keamanan, mengingat banyak kegiatan siswa yang berlangsung di sana.

Kami pun kembali ke kelas, membawa pengalaman dan informasi yang tak ternilai. Bu Nisa kemudian meminta kami berbagi hasil eksplorasi selama 15 menit terakhir. Nizar menceritakan pengalamannya mencoba climbing wall milik unit Smadapala, meski belum berhasil mencapai puncak.

Bel berbunyi, menandakan akhir jam pelajaran sejarah. Sebelum berganti ke jam pelajaran berikutnya, Bu Nisa mengingatkan kami untuk menuliskan pengalaman hari ini di blog pribadi dan buku catatan, lengkap dengan perkenalan diri. Hari itu bukan hanya tentang sejarah, tapi juga tentang refleksi, eksplorasi, dan pembelajaran yang bermakna.

0 comments:

Posting Komentar