hola, firรฆs!
how's ur day?
i hope ur day is great แกฃ๐ญฉ.แ
thanks for taking the time to read ๐น๐พ๐๐ถ's blog
Fakta Menarik Gedung Induk
Senin, 28 Juli 2025, menjadi awal perjumpaan saya dengan mata pelajaran
sejarah di kelas X-11. Guru sejarah kami, Bu Nisa, membuka pelajaran
dengan cara yang tidak biasa bukan langsung menyampaikan materi, melainkan
memberi kami latihan soal sebagai pemanasan dan pengenalan terhadap
sejarah.
Latihan tersebut terdiri dari dua sesi, masing-masing berisi sepuluh
soal. Sesi pertama menanyakan informasi pribadi, seperti nama, asal
sekolah, dan harapan selama belajar sejarah. Sesi kedua lebih menantang,
kami diminta menjawab pertanyaan seputar sejarah SMAN 2 Kediri, sejarah
Kediri, bahkan sejarah Indonesia. Waktu yang diberikan hanya lima menit
per sesi, cukup untuk membuat kami berpikir cepat dan reflektif.
Tepat pukul 08.30 hingga 08.45, Bu Nisa memberi kami tugas eksplorasi
untuk mencari satu hal paling menarik di lingkungan SMAN 2 Kediri dan
menggali informasinya. Saya langsung tertarik pada Gedung Induk (GI),
bangunan ikonik yang menjadi pusat aktivitas sekolah. Saya memotret GI
dari sudut yang menurut saya paling menggambarkan keanggunannya.
Tak lama kemudian, saya bertemu dengan Earlene dan Asa. Kami sepakat
untuk pergi ke ruang BK dan bertanya langsung kepada guru BK, karena saya
yakin mereka memiliki informasi mendalam tentang sejarah gedung
tersebut.
Kami mengetuk pintu ruang BK dan mengucapkan salam. Di dalam, Bu Harmini
sedang duduk di bangkunya. Saya menjelaskan maksud kedatangan kami sambil
berdiri, meskipun Bu Harmini telah mempersilakan kami duduk. Sikap saya
yang terburu-buru membuat suasana menjadi canggung. Kami pun diberi
nasihat tentang etika dan sopan santun, yang membuat kami terdiam dan
merasa bersalah. Namun, momen itu justru menjadi pelajaran berharga yang
melekat di hati saya.
Setelah suasana mencair, saya bertanya tentang fakta menarik seputar
Gedung Induk. Bu Harmini menjelaskan bahwa GI telah berdiri sejak tahun
1959. Salah satu bukti autentiknya adalah lantai kayu di lantai dua dan
tiga yang masih asli. Ia juga menambahkan bahwa hampir seluruh kegiatan
sekolah berpusat di gedung tersebut.
Earlene kemudian bertanya tentang plakat di GOR dan alasan renovasi yang
dilakukan baru-baru ini. “Intinya adalah perubahan,” jawab Bu Harmini.
Renovasi dilakukan demi kenyamanan dan keamanan, mengingat banyak kegiatan
siswa yang berlangsung di sana.
Kami pun kembali ke kelas, membawa pengalaman dan informasi yang tak
ternilai. Bu Nisa kemudian meminta kami berbagi hasil eksplorasi selama 15
menit terakhir. Nizar menceritakan pengalamannya mencoba climbing wall
milik unit Smadapala, meski belum berhasil mencapai puncak.
Bel berbunyi, menandakan akhir jam pelajaran sejarah. Sebelum berganti ke
jam pelajaran berikutnya, Bu Nisa mengingatkan kami untuk menuliskan
pengalaman hari ini di blog pribadi dan buku catatan, lengkap dengan
perkenalan diri. Hari itu bukan hanya tentang sejarah, tapi juga tentang
refleksi, eksplorasi, dan pembelajaran yang bermakna.



0 comments:
Posting Komentar